Link Banner
Diberdayakan oleh Blogger.

POLDA JAMBI DUKUNG #TURNBACKHOAX

POLDA JAMBI DUKUNG #TURNBACKHOAX

Penjagaan Polda Jambi (0741) 534117

Penjagaan Polda Jambi (0741) 534117

CALL SABER PUNGLI 082112131323

CALL SABER PUNGLI 082112131323

#STOPNARKOBA

#STOPNARKOBA
Link Banner
Link Banner
Link Banner
Divisi Humas Polri Perkenalkan Seragam Cyber Troops Kepada Humas Polda se-Indonesia

Penulis/Publish On Sabtu, Oktober 29, 2016

Tribratanewsjambi.com Jakarta-Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia menggelar workshop kehumasan Polri Tahun 2016 yang dilaksanakan di Rupatama Mabes Polri selama 2 hari dari tanggal 27 -28 Oktober yang diikuti oleh seluruh Kabidhumas Polda dan Bintara Humas Polda Seindonesia.

Disela-sela acara workshop Divisi Humas Polri menggelar acara makan bersama dengan para peserta workshop dan memperkenalkan seragam cyber troops di hotel Grandhika yang berada di Jln. Iskandarsyah Jakarta, Kamis (27/10/16)

Ketua pelaksana workshop Kombes Pol Joko Irwanto menjelaskan Humas Polri akan memakai kostum baru berwarna merah hati yang bertuliskan cyber trops yang dipakai dalam pelaksanaan tugas kehumasan baik dikantor maupun dilapangan.

"Seragam ini akan secara resmi dipakai oleh Personil Humas, dan saat ini sedang diajukan surat Perkap-nya", ujar Joko Irwanto didepan para peserta.

LILIK ADHI HUMAS POLDA JAMBI

Brigjen Pol Sri Handayani, Jenderal Polwan Yang Diperebutkan Banyak Institusi

Penulis/Publish On Selasa, Oktober 25, 2016

Tribratanewsjambi.com - Adalah Brigadir Jenderal Polisi Sri Handayani, Pagi tadi beliau baru saja mendapat kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang satu, Selasa (25/10/2016) di Rupatama Mabes Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menaikkan pangkat Ibu Sri Handayani menjadi Brigjen Pol untuk penugasan sebagai Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Polri.

Usai mendapat kenaikan pangkat, Sri Handayani langsung jadi idola. Para Polwan hingga Polisi Laki-laki banyak yang meminta foto bersama.
"Saya ucapkan selamat untuk Ibu Sri. Rekan-rekan semua tunjukkan prestasi seperti Ibu Sri Handayani. Dia ini direkomendasikan banyak pihak untuk pangkatnya dinaikkan lantaran berprestasi," tutur Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri.

Sri Handayani ternyata diperebutkan oleh banyak institusi dan lembaga, diantaranya oleh Kepala STPDN. Namun, Kapolri tetap mempercayai Sri Handayani untuk bertugas di Polri.

"Bu Sri Handayani ini diminta banyak lembaga seperti STPDN. Saya minta rekan yang lain, khususnya Polwan harus diikuti prestasi beliau. Silahkan kompetisi yang sehat supaya jadi bahan pertimbangan jenjang karir," terang Tito Karnavian. 

(LILIK ADHI HUMAS POLDA JAMBI)

Menghadapi Era Digital, Polda Jambi kirim satu Personil Humas Ikuti Pelatihan Web

Penulis/Publish On Senin, Oktober 03, 2016



Tribratanewsjambi.com - Senin, 03/10/16, Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi di zaman digital ini, Kepolisian Daerah Jambi harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang aktual dan faktual sehingga tidak terjadi kekosongan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh orang yang berniat jahat untuk membuat informasi yang tidak benar

Oleh karena itu  dalam rangka memenuhi itu semua dan mengakomodir globalisasi, Kepolisian Daerah Jambi mengirimkan personilnya untuk mengikuti pelatihan web base yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi, S.H, S.I.K saat dikonfirmasi membenarkan, beliau mengatakan bahwa Bidang Hubungan Masyarakat mengirimkan satu personilnya yang memahami bidang web, diharapkan setelah kembali dari pelatihan dapat menurunkan ilmunya kepada personil lainnya di Bid Humas Polda Jambi sehingga Bidhumas Polda Jambi bisa lebih Profesional, Modern dan Terpercaya

(Indra Gunawan - Humas Polda Jambi)

Lebih Cerdas dan Bijak dalam menggunakan Media Sosial

Penulis/Publish On Senin, Agustus 29, 2016

tribratanewsjambi.com - Saat ini kita hidup di zaman yang dulu merupakan khayalan, imajinasi ataupun sebuah pemikiran yang sepertinya akan sulit untuk terwujud nyata. Bagaimana bisa hanya dengan beberapa detik saja orang dapat berkomunikasi dengan jarak yang terlampau jauh?

Saat ini hal tersebut menjadi kenyataan yang benar-benar nyata. Kita bisa membuktikan hal yang selama itu dianggap mimpi-mimpi di siang bolong yang entah kapan akan terjadi. Sungguh dahyat potensi akal yang ada dalam otak manusia. Dengan bermodal kecerdasan, keingin tahuan, kesungguhan tekad untuk menghadirkan sesuatu yang tidak ada dan menjadi ada menjadi spirit besar untuk membuatnya ada, dan buktinya kita bisa saksikan saat ini. Di era yang serba digital ini, apa yang tidak bisa terjadi ? Hal yang dianggap mustahil, perlahan tapi pasti mulai beranjak hadir dengan wujud nyata. Wujud tersebut dapat berupa hadirnya sarana transportasi yang berfungsi memberikan kemudahan untuk pulang pergi ke suatu tempat yang ingin dituju dengan mudah dan cepat. Selain itu hadir pula produk tekhnologi yang beragam dengan kecanggihan dan kecerdasannya.

Kita tahu bahwa alat komunikasi berupa ponsel kini sudah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Ponsel menjadi teman akrab manusia saat ini. Dimana segala aktifitas dalam kehidupan modern ini akan sangat sulit bila alat ini tidak ada. Bahkan tidak jarang orang yang kehilangan temannya ini merasakan sebuah kehilangan yang teramat besar, seperti kehilangan separuh jiwanya. 

Hal ini saking dekatnya hubungan alat komunikasi ini dengan mereka. Bahkan, yang pertama kali teringat ketika bangun tidur tidak jarang adalah ponselnya, bukan malah mengingat anak, istri ataupun keluarga kita yang lain, Memang inilah kenyataannya saat ini, kita tidak bisa menutup mata.

Kepemilikan ponsel sudah menyebar hingga tataran orang-orang menengah ke bawah dan alat ini menjadi sebuah barang yang tidak dianggap mewah lagi, lain halnya dengan beberapa tahun yang lalu ketika awal kemunculannya. Ponsel menjadi alat wajib dalam kehidupan sehari-hari setelah makan dan minum. Dan yang menakjubkan adalah orang-orang dengan profesi seperti pemulung, pengamen, petani, tukang ojek sekarang sudah memilikinya dan merasa barang tersebut bukan barang yang aneh lagi. 

Beginilah fenomena perubahan zaman yang berputar dengan sangat cepat. Hanya orang-orang yang bisa tangguhlah yang mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut, dan bagi orang yang lemah dan pasrah serta tidak mengikuti perkembangan maka mereka akan terlindas dengan perubahan yang ada.

Baru-baru ini sekitar beberapa tahun yang lalu dunia mulai ramai dengan kehadiran Media Sosial. Media sosial ini merupakan sebuah wahana yang dibuat dengan tujuan untuk media sosialisasi orang-orang di seluruh dunia, dengan perantaraan internet. 

Di Indonesia sendiri pengguna media sosial ini pun sangatlah tinggi bahkan setiap tahun cenderung meningkat, dengan peluang mengakses internet yang semakin mudah dan tentunya murah. Internet, dalam hal ini Media Sosial bisa diakses dengan berbagai alat baik itu melalui Ponsel ataupun gadget-gadget canggih. 

Kemudahan ini menjadikan siapa saja bisa melakukannya. Anak-anak SMA, SMP bahkan SD pun dengan mudahnya bisa mengaksesnya, para mahasiswa, dosen, pedagang, dan berbagai macam profesi dapat menggunakannya dan membuat account nya dengan mudah dan cepat tanpa proses yang rumit. Hal ini merupakan sebuah kemajuan yang sangat signifikan di bidang teknologi.

Kita perlu mengetahui dampak positif dari hadirnya media ini agar kita bisa melihat hal-hal mendasar apa saja yang kiranya membuat perubahan pada masyarakat baik itu bidang ekonomi, sosial, politik atau kebudayaan.
Setidaknya ada beberapa dampak positif dan dari penggunaan sosial media ini, yaitu :
1. Kita bisa bersosialisai dengan banyak orang dengan waktu yang efektif dan efisien. Selain itu kita bisa kembali bisa berkomunikasi dengan teman lama kita, baik itu teman SMA, SMP, atau SD sekalipun. Hal ini merupakan hal positif yang sangat besar yang dirasakan dari hadirnya Sosial Media ini.
2. Merupakan sarana efektif untuk melakukan proses promosi sebuah produk. Tidak bisa dipungkiri dengan teman atau follower yang banyak pada sebuah sosial media, sebut saja dua diantaranya Facebook dan Twitter, maka hal tersebut merupakan peluang yang sangat besar untuk dijadikan media melakukan pengenalan produk secara efektif dan tentunya bisa dilakukan dengan dana yang miring. Kesempatan ini patut disyukuri sebagai salah satu dampak besar dari adanya Sosial Media. Kita pun tidak harus membuat iklan dengan budget besar dan proses yang rumit, cukup saja memasang iklan yang menarik pengguna Sosial Media untuk membacanya, maka kesempatan produk yang ditawarkan akan laku sangatlah tinggi.
3. Sosial media merupakan alternatif yang bisa dipilih untuk memberitahukan acara-acara yang akan diselenggarakan oleh sebuah organisasi, lembaga atau sejenisnya. Pun bisa digunakan sebagai media menyebar luaskan informasi perlombaan-perlombaan yang diselenggarakan secara online. Ini juga merupakan sebuah manfaat yang tidak kalah besar dengan manfaat-manfaat atau dampak- dampak sebelumnya.
4. Sosial media dapat digunakan sebagai alat untuk memobilisasi masyarakat untuk mendukung sebuah gerakan tertentu, baik itu gerakan politik, ekonomi, sosial ataupun yang lainnya. Kita bisa mengajak seluruh masyarakat di Indonesia hanya dengan sebuah status atau twit untuk mengikuti maksud kita.

Namun, terlepas dari dampak positifnya, Sosial Media pun memiliki dampak negatif yang juga tidak kalah banyak. Beberapa diantaranya, yaitu :
1. Penggunaan sosial media bisa memicu kriminalitas. Bentuknya bisa penculikan, pemerkosaan yang bermula dari aktivitas dari sebuah Sosial Media, pencemaran nama baik, isu SARA, media penyebaran pornografi dan pornoaksi serta yang lainnya.
2. Penggunaan sosial media tanpa kontrol atau berlebihan bisa menyebabkan kurangnya gairah bekerja atau menjalani aktivitas positif, karena aktivitasnya hanya terus saja mengikuti apa yang terjadi pada sebuah sosial media. Disamping itu juga bisa menimbukan budaya malas, dan hal ini sangatlah tidak diharapkan, serta bisa membunuh potensi-potensi masyarakat Indonesia.
3. Menghabiskan waktu produktif dengan menjalni sebuah aktivitas yang kurang bermanfaat atau sama sekali tidak bermanfaat, seperti tiap saat update status, melihat komentar, dan hal-hal yang dipandang tidak akan mendatangkan faedah.
4. Bagi remaja dan anak-anak yang sedang dalam masa sekolah penggunaan Sosial Media yang berlebihan dapat mengganggu proses belajar mengajar, dan apabila ini terjadi maka akan berimbas pula pada kualitas generasi penerus estafet kepemimpinan di negeri ini.

Memang setiap hal pasti memiliki dampak positif dan dampak negatif yang keduanya seperti dua sisi mata uang yang keduanya tidak dapat dipisahkan, akan tetapi kita sebagai insan yang cerdas tentunya bisa memilih sesuatu hal dengan pertimbangan kebermanfaatan yang lebih tinggi daripada memilih sesuatu dengan tingkat bahaya yang tinggi. 

Dalam hal ini kita harus bijak menggunakan media sosial agar kita bisa merasakan manfaat yang besar dan meminimalisir dampak buruk yang akan terjadi. Khusus untuk penggunaan Sosial Media pada Anak-anak usia sekolah maka perlu peran serta berbagai pihak terkait untuk memantau dan mengawasi penggunaannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Banyaknya kasus yang tidak pernah terduga dari penggunaan media sosial, kendati kebenarannya belum dikroscek serta mempunyai dampak tidak hanya bagi pengguna media sosial saja melainkan bagi masyarakat yang membacanya pun mempunyai rasa prihatin ter-hadap media sosial sendiri.  Celakanya, apresiasi sebagian orang terhadap etika bermedia sosial sangat rendah karena tidak adanya sosialisasi terkait dengan aturan main dalam penggunaan media sosial agar tetap pada koridor hukum sehingga masyarakat pun menganggap media sosial sebagai “cerobong asap”.  Akibatnya sebagian orang tidak memahami dampak hukum jika memakai media sosial sebagai tempat menuliskan sesuatu dapat merugikan pihak lain, seperti menyebarkan fitnah, memutarbalikkan fakta, menyebarkan kabar bohong, pencemaran nama baik dan lain-lain.

untuk contoh terupdate kasus Tanjung Balai medan, akibat provokasi melalui media sosial tanpa dikroscek terlebih dahulu serta bukti yang konkrit sehingga mengakibatkan terjadinya pengrusakan dan pembakaran rumah ibadah dan banyak contoh kasus lainnya yang berawal dari berita atau informasi melalui media sosial tanpa dikroscek kebenarannya tetapi karena terbawa emosi dan ditelan bulat-bulat

oleh karena itu apabila kita mendapatkan informasi ataupun berita sebaiknya kita telaah, cek , konformasi dahulu isi dari informasi tersebut jangan sampai kita ikut shared informasi yang belum jelas kebenaraanya tersebut sehingga tidak menimbulkan efek yang negatif

ingat pepatah dulu "Mulutmu Harimau mu" tetapi saat ini "Jarimu Harimau Mu"  

Mari lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan Sosial Media dan jadikan Sosial Media ini berguna dan bermanfaat bagi Khalayak Ramai.

Penulis Bripka Indra Gunawan
Sumber :http://cyberdakwah.com/2013/11/menggunakan-media-sosial-secara-cerdas/

Polri Dalam Pusaran Strategi Kontra Terorisme Di Indonesia

Penulis/Publish On Kamis, Juli 28, 2016

Terorisme dalam wujudnya sebagai ideologi dan sekaligus memicu terjadinya tindak pidana, tak dapat dipungkiri membawa dua aspek ancaman sekaligus terhadap negara, dengan merongrong kedaulatan negara dan mengancam instabilitas keamanan. Namun demikian, permasalahannya, bagaimana dan sejauh mana sejatinya Polri dan TNI dilibatkan secara aktif dalam upaya-upaya penanggulangan bahaya terorisme.

Pengalaman empiris secara global berbasis review PBB 2014 menegaskan, strategi global mengatasi ancaman terorisme, sangat mengkedepankan proses penegakan hukum yang menjunjung tinggi HAM. Upaya-upaya tersebut sejatinya harus sejalan dengan penegakan prinsip-prinsip dasar negara hukum dan demokrasi, sebagaimana amanat konstitusi UUD 1945, termasuk dalam upaya menjamin tercapainya efektivitas mengikis habis ideologi terorisme itu sendiri.
Strategi global penanggulangan terorisme dalam bentuk resolusi dan rencana dianeksasi aksi menurut Review PBB 2014, menegaskan peran strategis kepolisian sebagai institusi penegak hukum di semua negara dalam menanggulangi bahaya terorisme, yang mengupayakan: (1) mengatasi keadaan yang kondusif bagi penyebaran terorisme, (2) langkah-langkah mencegah dan memberantas terorisme, (3) langkah-langkah membangun kapasitas negara dan memperkuat peran PBB dalam melakukan penganggulangan terorisme, serta (4) langkah-langkah untuk menjamin penghormatan terhadap hak asasi manusia dan aturan hukum sebagai dasar fundamental untuk memerangi terorisme.
Secara jelas digambarkan, upaya mengatasi keadaan yang mendukung bagi tumbuh suburnya penyebaran terorisme, tidak semata hanya dilakukan dengan mengatasi masalah konflik berkepanjangan yang belum terselesaikan, namun juga harus sekaligus dilakukan dengan mencegah dehumanisasi korban terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, kurangnya penegakan hukum dan pelanggaran hak asasi manusia, diskriminasi etnis, rasial dan agama, pengucilan politik, marginalisasi sosial-ekonomi, dan rendahnya tata kelola pemerintahan yang baik.
Usaha-usaha terbaik harus dilakukan dengan pendekatan pencegahan konflik, mengkedepankan negosiasi, mediasi, rekonsiliasi, penyelesaian hukum, penerapan aturan hukum, dan perdamaian, dalam rangka memberikan kontribusi terhadap pencapaian resolusi damai. Peran stategis dari upaya preemptif, preventif dan represif Polri menjadi bagian penting dalam upaya mencegah dan memerangi terorisme, khususnya dalam mencegah dan menangkal akses teroris dalam menggunakan sarana, mencapai sasaran dan target serangan, serta dampak yang diinginkan dari serangan teroris.
Lebih lanjut, pengembangan kapasitas negara sebagai elemen inti dari upaya kontra-terorisme, yang diupayakan melalui berbagai langkah dengan mengembangkan kemampuan negara dalam mencegah dan memberantas terorisme, juga tidak dapat dilepaskan dari peran penting kepolisian di setiap negara. Kepolisian dituntut membangun sinergi dengan semua stakeholder civil society dan kekuatan-kekuatan lainnya yang dimiliki negara seperti BNPT sebagai institusi pengemban penanggulangan terorisme secara sistematis dan terencana, TNI dan lainnya, mengupayakan pendekatan kultural mengikis habis ideologi terorisme, yang berkembang lebih jauh dan lebih dalam di tengah-tengah masyarakat.
Pilar terakhir strategi global penanggulangan terorisme, menyangkut perlindungan hak asasi manusia bagi semua dan menjunjung tinggi aturan hukum, merupakan bagian penting dari semua strategi, dan harus disadari bahwa tindakan kontra-terorisme yang efektif dan perlindungan hak asasi manusia bukan merupakan tujuan yang saling bertentangan, namun justru saling melengkapi dan saling memperkuat, dengan memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil untuk memerangi terorisme, mematuhi kewajiban di bawah hukum internasional, hukum hak asasi manusia, hukum pengungsi dan hukum humaniter internasional.
Sangat jelas, bahwa strategi 4 pilar kontra terorisme global tidak dapat dilepaskan dari upaya penegakan hukum yang berpegang pada prinsip due process of law sebagai ciri utama negara hukum sebagaimana amanat UUD 1945, yang menjunjung tinggi keadilan dan kepastian hukum, dengan memberikan penghormatan setinggi-tingginya terhadap Hak Asasi Manusia. Kapasitas seperti ini hanya dimiliki oleh institusi penegak hukum, yang sarat didukung dengan berbagai suprastruktur (termasuk ketentuan perundang-undangan) dan infrastruktur, mulai dari institusi, instrumentasi, dan kultur penegakan hukum.
Budaya hukum hanya dimiliki oleh institusi penegak hukum, karena budaya hukum menyangkut penerapan prosedur hukum, pemahaman delik dan sanksi pidana, penerapan strategi penegakan hukum, termasuk upaya menjunjung HAM di dalamnya, mulai dari proses penyidikan sampai masuk ke tahap peradilan. Institusionalisasi penegakan hukum yang didukung instrumentasi, seperti Bareskrim dan Densus 88 AT dengan dukungan labfor, tim DVI, pusinafis, kedokteran forensik, ruang tahanan, penyimpanan alat bukti, dan lain sebagainya menegaskan penanganan kasus terorisme dengan pendekatan penegakan hukum tidak dapat dilepaskan dari peran sentral Polri.
Upaya penegakan hukum yang melibatkan institusi non penegak hukum secara tidak hati-hati, tidak cermat, dan mengabaikan prosedur atau tatanan hukum secara umum, baik yang dilakukan secara taktis maupun diakomodasi dalam peraturan perundang-undangan, justru hanya akan melahirkan ketidakpastian hukum dan membahayakan upaya deradikalisasi ideologi terorisme, yang pada akhirnya justru akan mengancam negara.
Penindakan terorisme tanpa prosedur penegakan hukum, sehingga mengabaikan rasa keadilan, kepastian hukum dan HAM, hanya akan menyisakan dendam kesumat dan berpotensi semakin menyulut radikalisasi ideologi terorisme. Terorisme yang telah bermetamorfosis menjadi kekuatan bersenjata, yang nyata-nyata mengancam ideologi dan kedaulatan negara sebagai tindakan makar, pada bagian ini harus dipastikan dihadapi dengan keterlibatan kekuatan TNI sebagai tulang punggungnya, yang tentu saja harus didahului dengan pernyataan status darurat militer.
Pada akhirnya, semua pihak harus mengambil peran dan menyadari posisi strategis Polri dalam penanganan bahaya dan tindak pidana terorisme melalui pendekatan penegakan hukum, dengan mengkedepankan keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan yang menjunjung tinggi HAM dan demokrasi, yang selaras dengan prinsip negara hukum sebagaimana tertuang dalam amanat pasal 1 ayat 3 UUD 1945 “Negara Indonesia adalah negara hukum” dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia yang dijamin pasal 28 UUD 1945 menyangkut hak bebas dari penyiksaan, diskriminasi, dan mendapatkan pengakuan sebagai pribadi di depan hukum.
Konsekuensinya, rancangan UU anti terorisme harus menempatkan masing-masing kekuatan negara secara proporsional sesuai dengan kewenangan, kapasitas dan daya dukung operasional dan instusionalnya, tanpa melanggar amanat UUD 1945.
* Brigjen Pol Dr. Bambang Usadi MM, Karobankum Divkum Polri

Pernyataan Ketua Pansus UU Terorisme Mohammad Syafii Lukai Perasaan Polisi Poso

Penulis/Publish On Rabu, Juli 27, 2016

Tribratanewsjambi.com - Pernyataan Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Terorisme DPR RI Muhammad Syafii yang menyebut bahwa polisi adalah teroris yang sebenarnya di Poso, dan Santoso tidak dianggap sebagai teroris, sangat melukai perasaan aparat kepolisian yang sedang bertugas di daerah itu.

“Kami sangat menyesalkan pernyataan seperti itu. Polisi ada di Poso karena perintah negara dan menjalankan amanat undang-undang,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto yang dihubungi di Palu, Selasa malam.

Polisi di Poso, kata Hari, merupakan representasi negara sehingga tidak mungkin polisi menyakiti masyarakat yang tidak bersalah.

“Jadi kalau pak Muhammad Syafii menyebut bahwa polisi-lah teroris yang sebenarnya di Poso, ini sangat melukai perasaan ribuan polisi yang bertugas di sana,” kata Hari.

Muhammad Syafii seperti dikutip sebuah koran harian di Kota Palu yang juga mengambil berita itu dari ROL, Selasa (26/7), antara lain menyebutkan bahwa setelah meninggalnya Amir Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, suasana di Poso, sangat aman, tenteram dan tidak ada persoalan. Itu karena polisi tak lagi di sana dan masyarakat di Poso tidak menganggap kelompok Santoso sebagai teroris.

Bagi masyarakat Poso, kata Syafii, teror sebenarnya datang dari aparat kepolisian sebab masyarakat di sana menyimpan dendam yang luar biasa kepada polisi akibat banyaknya aparat yang melakukan pelanggaran HAM berat.

Syafii juga menyebut bahwa jenazah Santoso disambut oleh ribuan orang dari berbagai kalangan di Poso bahkan mereka membawa tulisan selamat datang syuhada sementara di sisi lain, mereka menginginkan agar aparat kepolisian angkat kaki dari kota mereka.

Hari Suprapto membantah pernyataan-pernyataan Muhammad Syafii bahwa warga Poso tidak menginginkan polisi hadir di sana dan masyarakat menyimpan dendam pada polisi, padahal sebaliknya, masyarakat sangat senang dengan kehadiran polisi karena mereka merasa lebih aman dan tenteram untuk beraktivitas sehari-hari.

Ia juga membantah ada ribuan warga orang menyambut jenazah Santoso di Poso Pesisir dan membawa spanduk bertuliskan “selamat datang syuhada. Yang benar adalah warga yang menyambut itu hanya sekitar 150-an orang.

Itupun kebanyakan mereka yang penasaran ingin melihat Santoso dan mereka yang merasa terancam bila tidak hadir di penguburan serta sebagian lagi petugas yang berpakaian preman.

“Warga yang betul-betul simpatisan Santoso yang hadir saat pemakaman paling-paling sekitar 50-an orang,” ujarnya.

“Spanduk bertuliskan selamat datang syuhada juga hanya ada satu yang diletakkan di kuburan,” kata Hari Suprapto.

Hari berharap semua pihak melihat dan memahami secara komprehensif persoalan di Poso sebelum memberikan pernyataan agar upaya-upaya bersama seluruh aparat keamanan dengan masyarakat untuk memelihara situasi Poso yang aman dan tenteram serta toleran akan sesegara mungkin mencapai hasil yang diinginkan.

Juru bicara Operasi Tinombala Poso itu juga mengharapkan peran serta media untuk memberitakan hal-hal yang konstruktif mengenai kehadiran aparat Polri dan TNI untuk menumpas gerakan terorisme di Poso.
“Saya kira, wartawan dengan kebebasannya yang dilindungi UU dan kode etik jurnalistik memiliki tugas serta tanggung jawab yang sama dengan polisi dan aparat negara lainnya yakni melindungi kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara sehingga terorisme dan pelaku teror seyogianya menjadi musuh bersama,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat berkunjung ke Palu, Rabu (20/7) atau dua hari setelah tewasnya Santoso meminta masyarakat agar tidak memberikan apresiasi kepada Santoso dan menganggapnya sebagai pahlawan, karena dia dan kelompoknya melakukan banyak kejahatan dan mengakibatkan orang yang tidak bersalah meninggal dunia.

“Mereka itu memenggal leher orang,” ujar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. 
(antara/Laershi)

Cuek Saat Polisi Jadi Korban, Komnas HAM Terkesan Memposisikan Kepolisian Adalah Lawan Kemanusiaan

Penulis/Publish On Selasa, Juni 28, 2016

Tribratanewsjambi.com – Sedikitnya tiga anggota Kepolisian Republik Indonesia mengalami luka serius saat bertugas melakukan pengamanan kompetisi sepakbola Torabika Soccer Championship 2016.
Pada hari Jumat (24/), berlangsung pertandingan antara Persija Jakarta dan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Saat tuan rumah ketinggalan satu gol, salah satu suporter Persija, yang dikenal sebagai The Jakmania, masuk lapangan. Suasana SUGBK setelah itu mendadak rusuh.
Sejumlah massa, yang disinyalir sebagai anggota The Jakmania, mengamuk. Pagar pembatas dirobohkan. Anggota Polisi dianiaya. Salah satunya, Brigadir Hanafi, sampai kritis akibat kekerasan benda tumpul.
Menanggapi hal itu, Fakhruddin Muchtar, Direktur Rephilosophy Public Community (Republic), mengaku prihatin atas kebrutalan yang menimpa aparat penjaga keamanan itu.
Ia juga merasa prihatin ketika Komnas HAM diam saja atas persoalan ini. Komnas HAM seakan kehilangan suara saat aparat penegak hukum jadi bulan-bulanan massa.
“Memang sangat disayangkan ketika Komnas HAM yang selalu lantang menyuarakan kemanusiaan, bungkam saat yang menjadi korban adalah aparat Kepolisian. Seakan-akan sudah seharusnya demikian. Padahal mereka juga manusia,” jelas Fakhruddin Muchtar kepada redaksi, Senin (27-06-2016).
UUD tentang Pasal 28D, nenurutnya, menjelaskan bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum. Ini menunjukkan bahwa pasal konstitusi yang terkait dengan Hak Asasi Manusia ini berlaku bagi setiap manusia, tidak terkecuali bagi aparat penegak hukum.
“Klausul dengan proposisi positif universal, ‘Setiap orang’ ini menunjukkan tidak ada pengecualian. Komnas HAM seharusnya memandang dan memperlakukan anggota kepolisian layaknya manusia. Jangan hanya karena begitu sering berbeda pendapat maka [Komnas HAM] enggan memberi dukungan saat kemanusiaan mereka terinjak-injak. Jangan kebencianmu pada sekelompok orang membuatmu tidak berlaku adil,” tambahnya.
Menurut Fakhruddin, sikap yang hanya menyuarakan kritik pada Kepolisian, tetapi mendiamkan saat mereka yang menjadi koban kemanusiaan hanya akan melahirkan kesan Komnas HAM memposisikan diri sebagai oposisi: Kepolisian adalah lawan kemanusiaan. Sikap tidak berimbang semacam ini pada akhirnya hanya akan menyuburkan antipati publik pada lembaga pelindung mereka. Terlihat dari fakta bahwa anggota kepolisian yang hadir sebagai pelindung justru menjadi korban bulan-bulanan pengeroyokan.
“Seharusnya Komnas HAM juga bisa memahami kondisi kebatinan aparat penegak hukum. Bisa anda bayangkan bagaimana kondisi psikologis seseorang yang diminta melindungi sekelompok orang yang justru membencinya? Mau menerima tugas ini saja sudah sebuah pengorbanan besar, apalagi sampai mau membahayakan nyawa sendiri. Dan itulah yang terjadi! Perlu berapa korban nyawa sampai mereka dianggap manusia?”
Memelihara antipati masyarakat kepada para pelindungnya hanya akan berdampak buruk bagi masa depan keutuhan negara. Menurutnya, ketika aparat sudah mulai ikut tidak perduli karena melindungi tetapi justru terus dimusuhi, maka tidak sulit bagi pihak asing untuk menaklukkan Republik Indonesia.
“Komnas HAM adalah suara kemanusiaan. Karena itu, sudah seharusnya ia mengutuk segala bentuk tindakan tidak manusiawi yang terjadi di Republik ini,” imbuhnya. “Bukan karena hal tersebut populis atau menarik simpati publik. Tetapi karena tindakan itu bertentangan dengan nilai kemanusiaan!”


Pesan Kabid Humas Polda Jambi Kepada Masyarakat Jambi Di Bulan Ramadhan

Penulis/Publish On Kamis, Juni 23, 2016

AKBP Kuswahyudi Tresnadi, SH, SIk
Tidak terasa, bulan suci Ramadhan kembali menyapa kita pada Hijriyah ke-1437 ini. Masyarakat, khususnya umat muslim di Indonesia, tidak terkecuali di Propinsi Jambi tentunya akan semarak menyambut bulan di mana segala pahala dilipatgandakan. Bulan dimana tolong menolong, mengaji, beribadah bahkan tidur pun akan mendapat pahala dari Allah SWT. Sungguh Allah Maha Besar dan Kuasa atas segala sesuatu.

Oleh karena itu, tanpa mengurangi rasa kecintaan kami kepada agama dan saudara sesama muslim, serta tanpa menghilangkan rasa hormat kami kepada saudara yang beragama lain, perkenankanlah kami, segenap keluarga besar Polda Jambi menyampaikan selamat datang bulan suci Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa 1437 H. Semoga saudara-saudara muslim, terkhusus masyarakat Jambi, dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar dan aman tanpa kekurangan suatu aral apapun.

Menjelang Ramadhan, berbagai bekal dan persiapan tentu saja akan disiapkan oleh saudara-saudara kebanyakan. Entah yang bersifat mental spiritual, maupun yang bersifat material, seperti segala kebutuhan makanan, pakaian, serta pernak-pernik 30 hari bulan suci hingga menuju hari kemenangan umat Islam pada 1 Syawal mendatang.

Silakan kepada seluruh saudara-saudara kami, mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Karena apa yang akan kita lampaui selama satu bulan ke depan ini akan menguji keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Siapkan dengan baik apa-apa saja yang Saudara butuhkan, termasuk kebutuhan akan keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah puasa. Lepas dari itu, jangan juga menyepelekan apalagi mengabaikan hal-hal yang menjadi himbauan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadhan.

Saudara-saudaraku, untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan di lingkungan kita, tentu saja, ada beberapa hal yang harus kita upayakan. Karena keamanan dan kenyamanan tidak tercipta dengan sendirinya, mari kita bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan kita.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:


1. Antisipasi Curanmor

Seperti biasa, kebutuhan masyarakat selalu meningkat menjelang bulan puasa Ramadan dan Idul Fitri. Maka saudara-saudaraku juga harus memastikan keamanannya sendiri. Misalnya, saat bepergian ke sawah, ke pasar, ke supermarket, atau kemanapun, cobalah untuk memarkir kendaraan di tempat yang aman dan tidak jauh dari pengawasan dalam keadaan terkunci stang. Kemudian tambahkan pula kunci ganda untuk kendaraan yang terpaksa harus diparkir di tempat yang bukan tempat parkir. Selain itu, jangan sekali-sekali lupa melepas dan membawa kuncinya!

2. Antisipasi Pencurian di Rumah

Saudaraku, tentu saat ramadan tenaga dan perhatian kita akan banyak tersita. Selain itu, kita juga akan lebih sering meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Setelah mengerjakan aktivitas di luar sepanjang hari, pada waktu malam, saudara muslim kebanyakan juga akan keluar lebih dari satu jam untuk mengerjakan salat tarawih berjamaah di mushola atau masjid. Selain ibadah, beberapa saudara kita tentu akan keluar rumah untuk berpergian jauh, entah ke rumah saudara maupun mudik. Oleh karena itu, pastikan pula keadaan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggal. Lakukan hal berikut ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi pencurian saat rumah dalam keadaan kosong atau ditinggalkan penghuni :

3. Apabila akan tidur, pastikan bahwa seluruh pintu dan jendela dalam keadaan terkunci

Apabila hendak keluar rumah, pastikan kondisi jendela dan rumah sudah dalam keadaan terkunci.Titipkan kunci rumah ke tetangga sebelah rumah apabila akan bepergian jauh, namun masih ada anggota keluarga yang hendak masuk rumah. Jangan sungkan datang ke polsek terdekat untuk meminta bantuan pengawasan pada petugas patroli apabila akan keluar kota.

4. Antisipasi Pencurian di Kantor atau Toko

Pelaku pencurian, secara instan akan lebih suka menyasar kantor, toko atau tempat-tempat yang penuh dengan uang dan barang berharga. Maka hal ini perlu diperhatikan pula: Pastikan kunci jendela dan pintu kantor atau toko saat ditutup dengan kunci dan gembok ganda.Amankan kantor, toko, supermarket dengan pemasangan CCTV dan alat perekamnya.
Situasi ekonomi yang kepepet tentu saja bisa memaksa orang melakukan kejahatan. Tanpa terkecuali melakukan Curas atau Pencurian dengan Kekerasan. Sehingga masyarakat harus mewaspadai tindak kriminal ini.
Apabila berpergian jauh dan berada pada jalanan yang sepi sebisa mungkin secara rombongan atau menunggu pengguna jalan yang lain. Hindari menempuh perjalanan sendirian dalam daerah hutan atau persawahan yang panjang.

5. Antisipasi Kebakaran

Kebakaran terjadi tidak dengan sendirinya, melainkan ada yang menyebabkan. Kebanyakan terjadi karena korsleting listrik, ada juga kecerobohan lupa mematikan aoi bekas memasak atau karena kompor meledak. Maka sebaiknya saudaraku perhatikan :
Apabila mau tidur dan meninggalkan rumah, pastikan stop kontak, colokan listrik tidak melebih batas. Apabila sudah mulai hitam meleleh wajib ganti colokan listrik kita.Jangan meninggalkan rumah dalam kondisi kompor menyala. Pastikan dapur aman saat hendak ditinggal keluar. Cek dan pastikan sambungan gas kompor kita juga aman.
Demikian beberapa pesan yang kami sampaikan, dengan harapan keamanan dan ketertiban masyarakat, di Propinsi Jambikhususnya, bisa terus terpelihara dengan baik. Sehingga diharapkan pada bulan ramadan ini, tindakan kriminal akan berkurang dan masyarakat dapat melakukan ibadah puasa dengan aman dan nyaman. Amin.
Sekali lagi kami sampaikan, marhaban ya Ramadan. Selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat Jambi dan saudara muslim seluruhnya!
 (LAershi)

Anton Charliyan, Jenderal Perang Opini

Penulis/Publish On Kamis, Juni 23, 2016

Saya mengenal Anton Charliyan sejak pertengahan tahun 2004. Saat itu masih berpangkat AKBP, dinas di Polda Metro Jaya. Dikenalkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat waktu itu, Prof Dr Subur Budhisantoso  yang sedang  bekerja keras membangun Partai Demokrat dari nol. 
Kemudian  kami berpisah untuk waktu yang lama dan bertemu kembali pada akhir 2014, juga bersama Prof Dr Subur Budhisantoso.
Pertemuan kedua tersebut menjadi intens dan bermakna ketika tiba tiba Komjen Budi Gunawan (calon Kapolri saat itu) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK tanggal 13 Januari 2015. Setahun lebih saya mendampingi Irjen Pol Anton Chaliyan dalam suka dan duka, dan menjadikan saya akrab memanggilnya Abang.
Dalam suasana kegaduhan KPK vs Polri di bulan Januari 2015, suatu hari saya ditelepon Bang Anton Charliyan supaya merapat ke kantornya. Saat itu beliau mejabat sebagai Kepala Biro di Lemdikpol berpangkat Brigadir Jenderal.
Anton berbicara serius kepada saya tentang harga diri dan masa depan Polri  “Saya tidak membicarakan Budi Gunawan. Tetapi saya sedang membicarakan Institusi Polri yang harus dijaga kehormatanya dan masa depanya. Komjen Budi Gunawan sudah diusulkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri dan telah disetujui oleh DPR menjadi Kapolri, tetapi dengan sangat arogan tanpa alat bukti, KPK menetapkan beliau menjadi tersangka. Ini penghinaan, pelecehan dan kedzaliman mendasar terhadap Institusi Polri. Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, Polri harus melakukan“perlawanan” hukum dan opini.” Demikian kalimat tegas namun tetap tenang dan terukur dari Bang Anton Charliyan yang masih saya rekam.
Melawan KPK? Apa nggak salah?
Semua tahu, soal hukum, KPK adalah lembaga super body dengan wewenang super tak tertandingi. Siapapun dengan sangat enteng bisa digeledah, dicekal dan dijadikan tersangka, kecuali penghuni Istana?
Soal opini, KPK adalah kebenaran. KPK tidak pernah salah, KPK berisi orang-orang suci. KPK lembaga dewa yang dihuni para dewa. Demikianlah pemujaan media massa terhadap KPK dan para penghuninya.
Selama KPK berdiri, tidak seorang atau satu lembaga pun sanggup dan berani berhadapan dengan KPK. Melawan KPK berarti “kehancuran yang sempurna.” Sudah terlalu banyak buktinya.
Orang atau lembaga yang diposisikan sebagai lawan KPK akan dihancurkan secara hukum dan opini. Demikian yang terjadi terhadap Budi Gunawan dan Polri saat itu.
Budi Gunawan dan Polri dicemooh, dilecehkan oleh hampir seluruh media meanstream yang selalu memanjakan KPK dan kroninya, termasuk Tim 9 yang beropini liar. Para tokoh itu tak henti hentinya melancarkan serangan demi serangan yang mematikan. Menghadapi semua fitnah tersebut, Budi Gunawan bersikap tenang dan “diam”. Polri dibully, Polri “divonis bersalah” oleh opini.
Dalam situasi sulit, tegang dan dengan segala keterbatasan, Brigjen Pol Anton Charliyan mewakafkan dirinya demi kehormatan dan masa depan Institusi Polri. Anton Charliyan siap menelan risiko terpahit. Anton siap  melepas seragam dinasnya demi kehormatan lembaga Polri, sekaligus menumpas kedzaliman.
“Di mata saya, yang tersisa saat ini hanya harga diri Polri. Saya siap melepas baju seragam Polri dan bintang di pundak saya demi kehormatan Polri. KPK jelas-jelas melakukan kedzaliman dan harus dilawan,” kata Anton kepada saya, saat itu.
Anton Charliyan bekerja cerdas, segera berkonsultasi dengan beberapa pakar hukum yang sangat kredibel.  Pembelaan jalur hukum disiapkan secara profesional. Jalur hukum adalah jalur paling tepat. Namun jalur hukum harus didukung oleh dukungan opini.
Mengapa Opini penting? Anton Charliyan sadar, sudah banyak peristiwa hukum yang digiring dan dikondisikan oleh opini. Lebih dari itu, yang sangat memprihatinkan, sangat banyak keputusan hukum yang didasari oleh opini. Bahkan opini dengan sangat sadis dan kejam bisa menghukum seseorang, sebelum orang tersebut dikenai status hukum oleh lembaga berwenang.
Saya diminta untuk membantu membangun opini, baik di media meanstream maupun di media sosial. Perang opini terjadi seperti perang antara Davidmelawan Goliat. David adalah seorang prajurit kecil, sementara Goliat adalah raksasa. Hampir seluruh media meanstream memihak KPK yang raksasa. Dan hanya sebagian kecil yang netral. Semangat David digenggam erat oleh Anton Charliyan.
Kami akhirnya membentuk tim media yang terdiri dari beberapa orang. Mengandalkan media meanstream tentu sangat sulit karena sebagian besar mendukung KPK, walaupun masih ada beberapa yang objektif dalam pemberitaan. Situasi ini membuat kami menjadi kreatif untuk menemukan alternatif dalam membangun opini. Akhirnya kami fokus di media online yang kami create sendiri dan media sosial baik facebook, twitter, blog, citizen journalism.
Gegap gempita perang opini berlangsun. Beruntung, kali ini Polri selamat, dan untuk pertama kalinya KPK kalah opini, juga kalah di praperadilan. Kami bekerja siang malam dengan penuh semangat. Alhamdulillah, tim opini kami bekerja dengan baik di bawah komando Brigjend Pol DR Drs H Anton Charliyan MPKN.
Mungkin karena kelihaianya dalam mempimpin tim opini, akhirnya Anton Charliyan ditunjuk menjadi Kadiv Humas Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal pada 17 Maret 2015.  Selama menjadi Kadiv Humas, wajah Anton Charliyan menghiasi layar-layar kaca dan halaman-halaman surat kabar. Media online penuh gambar dan statemen beliau. Konsolidasi internal Humas juga berjalan sangat baik.
Humas Polri terus bekerja membangun opini Polri, khususnya bebasis internet, hingga menelorkan media online tribratanews.com yang eksis mulai dari Mabes Polri, Polda hingga Polres di seluruh Indonesia. Beberapa media online pendukung Polri juga dibangun dan cukup  eksis hingga saat ini. Sosialisasi kesadaran akan pentingnya opini terus digenjot ke jajaran Polri, bahwa setiap anggota Polri adalah humas Polri.
Selain itu, Anton Charliyan juga membangun war room, intelijen media, media monitoring dan media analisis berbasis IT canggih yang mampu diandalkan. Tim media sosial terus dikonsolidasikan dan terus ditingkatkan kemampuan SDM-nya, para pakar, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, LSM, organisasi mahasiswa, lembaga pemerintah secara kontinyu diundang untuk memberikan masukan dan bersinergi dalam membangun opini positif lembaga Polri.
Insya Allah, pelan-pelan Polri akan menunjukan kinerja terbaiknya dan masyarakat akan berpendapat positif. Di bawah komando Anton Charliyan, opini Polri beranjak positif . Diam-diam, diantara orang-orang yang mengenalnya, Anton Charliyan pun mendapat julukan Jenderal Perang Opini.
Kemudian pada bulan Mei 2016 Irjend Pol DR Drs H Anton Charliyan MPKN diangkat menjadi Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Pak Kapolda cukup aktif, eksis dan narsis di Akun FB: Anton Charliyan, akun twitter Anton Charliyan (@anton_charliyan) dan instagram Anton Charliyan.
Mau kenalan lebih dalam? Silahkan kirim permintaan pertemanan dan follow.
Dan, yang jarang diketahui publik adalah sisi lain Anton Charliyan. Dia adalah seorang humoris tulen. Seandainya ada lomba stan dup Comedy di Polri, saya yakin betul Anton Charliyan akan keluar sebagai juara.
Anton juga sosok religius, humanis dan pecinta budaya nusantara serta aktivis berbagai organisasi. Untuk tetap menghidupkan intelektualitas, Anton menulis buku antara lain Master Leadership 1 dan II, Setetes Embun, Jejak Langkah di Wajo.
Anton Charliyan dididik dan dibesarkan Polri di dunia reserse (reskrim). Salah satu sisi kecerdasan reserse Anton Charliyan adalah ditunjuk menjadi Ketua Satgas Penyelidikan dan Penyidikan kasus terbunuhnya aktivis Munir dan Pembunuhan Marsinah. Anton Charliyan berhasil melaksanakan tugas tersebut dengan sangat baik.
Anton Charliyan memperoleh gelar Sarjana dari PTIK, kemudian melanjutkan Master di Universitas Indonesia dan Doktor di Universitas Negeri Jakarta. Anton juga lulusan Lemhanas utusan dari Polri. Satu  hal yang kini terus digelorakan, di manapun dan kapan pun, Anton Charliyan selalu menggelorakan sapa akrabnya: Salam tribrata!!!

(LAershi)

Polisi cilik (pocil) teratai Jambi jadi andalan Pemprov Jambi

Penulis/Publish On Kamis, Mei 05, 2016

Tribratanewsjambi.com - Melalui kegiatan unggulan Kasat Brimob Polda Jambi Kombes Pol. I Ketut Gede Wijatmika, S. IK. Dan Wakasat Brimob Polda Jambi AKBP Yuri Karsono, S. IK. untuk mendukung salah satu program presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi Dodo yaitu Revolusi Mental yang sangat berpengaruh besar di Provinsi Jambi. Para murid Sekolah Dasar 47 Kota Jambi yang juga merupakan Sekolah Dasar Bertaraf Internasional telah diseleksi dan dibina melalui pelatihan Kemampuan Baris Berbaris sehingga menciptakan satu Peleton Polisi Cilik yang saat sekarang ini telah menjadi andalan pemprov Jambi.

Berawal dari penampilan dalam Acara Tradisi hari ulang tahun Korps Brimob Polri ke-69 tahun 2015 dan hingga saat ini Pocil Teratai Jambi sangat sering mengisi acara di tingkat Provinsi Jambi, seperti acara Pisah Sambut Kapolda Jambi, Acara Launching SIM On Line Lantas Polda Jambi, Acara Hardiknas di Kantor Gubernur Jambi serta Lomba Sekolah Dasar terbaik di Provinsi Jambi. Selain murid yang ditunjuk sebagai pocil itu sendiri, para guru dan wali murid sangan senang dan antusias untuk mengikutkan anaknya kedalam kegiatan ini, disamping pelajaran disekolah yang semakin meningkat, disiplin anak-anak mereka juga menjadi lebih baik, lebih paham terhadap pentingnya kedisiplinan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Pelaksanaan latihan yang diberikan kepada para murid SD 47 Kota Jambi ini di laksanakan oleh Seksi Operasi Sat Brimob Polda Jambi dibawah Pimpinan Kompol Lego Kardo Sitinjak, S.T., M.M. yang bertindak sebagai Kasi Ops Sat Brimob Polda Jambi serta pengawas latihan. Latihan rutin yang dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah dan tidak mengganggu aktifitas belajar para murid yang selalu dilaksanakan setiap hari jumat sore di SD 47 Kota Jambi. ”para murid yang telah kami seleksi menjadi Pocil Teratai Jambi sangat senang menjadi bagian dari Sat Brimob Polda Jambi dan mereka tetap mengutamakan pelajaran sekolah serta memiliki cita-cita untuk mengabdi kepada bangsa dan negara” ujar Kasi Ops Sat Brimob Polda Jambi. (inddtt)


Empat Cara untukMendapatkanKredibilitas di Media Sosial

Penulis/Publish On Senin, April 25, 2016



Empat Cara untuk Mendapatkan Kredibilitas di Media Sosial

Dr. Carolyn Mae Kim, APR


Media sosial merubah cara organisasi dalam melibatkan pemangku kepentingan utama. Keadaan dari keterlibatan yang sangat cepat, interaksi dan akses ibilitas saat ini yang disebabkan oleh media sosial tidak pernah terjadi sebelumnya di dalam sejarah hubungan masyarakat .
Hal ini telah memberikan kesempatan bagi organisasi untuk mendengarkan para pemerhati dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya, terlibat secara nyata dan yang paling penting adalah membantu perkembangan hubungan dengan publik.

Namun organisasi harus menyadari bahwa media sosial tidak hanya sebuah landasan yang menyediakan komunikasi dua arah. Ini mengenai kredibilitas.

Hal ini dapat memikat untuk fokus dalam perluasan jangkauan, mengoptimalkan pesan dan memicu percakapan sosial ketika memasukkan media sosial kedalam strategi hubungan masyarakat. Elemen ini tentu saja penting dalam rangka menjalankan kampanye yang efektif. Namun, sama pentingnya juga untuk mempertimbangkan dampak dari hal tersebut terhadap kredibilitas organisasi berdasarkan pada strategi yang digunakan.

Saya baru-baru ini bekerja dengan seorang rekan untuk mengadakan studi nasional untuk mengeksplorasi persepsi apa yang dimiliki publik terhadap kredibilitas sebuah organisasi berdasarkan strategi media sosial yang mana telah dipublikasikan melalui Jurnal Asosiasi Hubungan Masyarakat Amerika (PRSA). Dengan lebih dari 800 peserta yang turut serta di dalam surveiini, hasil temuan mengungkapkan bahwa organisasi dapat menggunakan empat strategi tertentu untuk membantu membangun kredibilitas di mata pemangku kepentingan utama.

1)    Interaksi Personal

Kategori yang paling penting untuk dipertimbangkan di dalam media sosial untuk membangun kredibilitas adalah interaksi personal. Konsep untuk menjadi personal di rasa cukup masuk akal karena media sosial pada awalnya dirancang untuk menghubungkan antara satu individu dengan individu yang lain.  Tetapi meskipun hal ini telah lama dianjurkan sebagai sebuah strategi untuk membangun hubungan dan keterlibatan, hal ini belum diidentifikasi sebagai elemen utama yang digunakan oleh publik dalam menilai kredibilitas sebuah produk. Organisasi harus berhati-hati dalam meningkatkan kemampuan tim media sosial mereka dan buatlah rencana untuk memfasilitasi interaksi personal. Kegagalan yang muncul ketika melakukan hal tersebut tidak hanya berasal dari komunikasi jarak jauh atau kurangnya etika media sosial, tetapi juga meningkatnya persepsi bahwa organisasi itu sendiri bukan suatu kesatuan yang kredibel.

2)    Keahlian

Keahlian adalah dimensi kedua yang paling penting untuk mendapatkan kredibilitas di dalam media sosial. Pemangku kepentingan utama ingin terlibat dan berinteraksi dengan organisasi yang memiliki hubungan dengan mereka – tetapi mereka juga ingin melihat muatan yang mengilustrasikan perbedaan kompetensi dan kompetitif. Para cendikiawan telah mengakui pentingnya keahlian dalam kredibilitas selama berpuluh-puluh tahun. Tetapi di dalam lingkungan yang modern seperti saat ini, mudah untuk mengabaikan penciptaan muatan media sosial yang secara spesifik berfokus pada keahlian. Namun hal ini merupakan cara utama yang digunakan publik dalam menentukan tidak hanya apakah merk tersebut interaktif dan bagus, tetapi juga pemimpin sejati di dalam industri tertentu mereka.

3)    UndanganRetorika

Wilayah ketiga yang mempengaruhi persepsi publik terhadap kredibilitas di dalam media sosial adalah apakah produk tersebut mengundang percakapan. Bagi pemerhati di media sosial, percakapan tidak hanya memposting pertanyaan atau mengundang tanggapan melalui saluran sosial. Hal ini mengenai keterampilan dengan tujuan tertentudandialog duaarah yang berkesinambungan dengan niat untuk mendengarkan, menanggapi dan memadukan komentar publik. Ketika organisasi tidak menjawab komentar di Facebook, mengabaikan pertanyaan di Twitter, dan mengabaikan penyebutan atau tanggapan di Instagram, hal ini akan mengakibatkan kerusakaan yang lebih lanjut dibandingkan dengan memutus jalur komunikasi. Hal tersebut menghancurkan persepsi mengenai kredibilitas merk tersebut. Sementara itu organisasi mungkin mengaitkan kurangnya tanggapan terhadap keterbatasan sumber daya, publik mempersepsikan komunikasi yang gagal sebagai sebuah indikasi langsung bahwa organisasi tersebut tidak autentik di dalam kepentingannya untuk mengembangkan hubungan.

4)    Kepercayaan

Terakhir, kategori keempat yang dapat dipertimbangkan adalah dapat dipercaya. Sama dengan keahlian, kepercayaan memiliki sejarah yang sangat kaya dalam kredibilitas. Banyak yang berargumen bahwa kepercayaanakan menjadi faktor penentu dalam apakah pemangku kepentingan utama akan berkelanjutan, hubungan jangka panjang dengan sebuah organisasi. Dengan banyaknya orang di dalam sebuah organisasi yang terlibat dalam media sosial, kunci dari diferensial adalah mereka yang dianggap jujur oleh publik, transparan dan terpercaya. Dalam kampanye media sosial, para profesional harus mempertimbangkan untuk memasukkan muatan yang menampilkan cara di mana organisasi tetap melanjutkan janji-janjinya, memenuhi kewajibannya dan secara bebas berbagi informasi mengenai keputusan dengan publik.

Sementara kampanye media sosial akan hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, dirancang untuk berbagai macam tujuan dan hasil akhir, organisasi akan mendapatkan manfaat dari mempertimbangkan empat dimensi ini di dalam kampanye. Meluangkan waktu untuk meningkatkan kualitas muatan yang berbicara secara langsung ke daerah-daerah tersebut akan membangun hubungan yang lebih kuat sebagaimana para pemerhati mendukung persepsi mereka mengenai kridibilitas organisasi tersebut.


Dr. Carolyn Mae Kim, APR, adalahseorangasistenprofesir diUniversitasBiola. Spesialisasipenelitiannyatermasuk media sosial, kredibilitasdansenimengajarbidanghubunganmasyarakat. Follow iadi Twitter @CarolynMaeKim.

Editor : inddtt