Tim Peneliti dari STIK Lemdikpol yang dipimpin oleh KBP. Drs. Marpin Efendi beserta rombongan berkunjung ke Mapolres Tanjab Barat dalam agenda penelitian penangan kejadian Karhutla di wilayah Kabupaten Tanjab Barat pada hari Senin (05/09)
Pelaksanaan kegiatan mulai 16.00 Wib s/d 19.00 Wib bertempat di Aula Mapolres dengan metode Focus Group Discussion (FGD)
Hadir dalam kegiatan dimaksud Kapolres Tanjab Barat AKBP Agus Sumartono SIK SH MH, Wakapolres Kompol. Ilyan Chandra SIP, para Kabag, Kapolsek, Kanit Reskrim, Penyidik, Bhabinkamtibmas,
dan Instansi lain yang terkait dengan penanganana Karhutla meliputi Kadis Kehutanan Pemkab Drs. H. Erwin, Dinas Kebakaran, Dinas Kesehatan , Bapeda, Dishub, Kejaksaan , Pengadilan, LSM anti Karhutla dan Bhabinsa Kodim 0149 Tanjab Barat.
Sebagai Kata pembuka Kapolres Tanjab Barat menyambut selamat datang serta perkenslan diri. Kemudian Kapolres memaparkan Strategi Penanganan Karhutla Polres Tanjab Barat Tahun 2016 dihadapan audiense sebagai gambaran awal situasi.
Wilayah hutan kabupaten Tanjab Barat seluas 241 ribu Ha yang hampir 30 persen adalah lahan gambut, rentan terjadinya Karhutla.
Kapolres menjelaskan adanya keterbatasan personel Polres yang hanya 39 persen dari DSPP riil nya perlu optimalisasi dengan melibatkan instansi lain dalam sinergitas penanggulangan Karhutla.
Adapun langkah awal yang dilakukan Kapolres diawal tahun 2016 adalah melakukan analisa dan evaluasi Karhutla selama tahun 2005 sebanyak 85 kali dengan melakukan langkah strategi. Evaluasi dilakukan baik secara internal maupun eksternal dengan kajian Analisa SWOT.
Dari Kajian itu, dimunculkan strategi pencegahan Karhutla dengan rentang waktu selama 1 tahun yang meliputi jangka pendek, jangka sedang dan jangka panjang.
Jangka pendek mulai bulan Januari sd Pebruari dilakukan rapat koordinasi dengan instansi lain yang terkait masalah penanaganan Karhutla dengan menyertakan perusahaan; melakukan pemetaan ulang baik via darat maupun udara daerah yang menjadi langganan kebakaran hutan; mendatakan sumberdaya yang meliputi personel, anggaran, sarpras dan metode penanganan; dan membentuk tim pre-emtif, preventive dan represif penanganan Karhutla.
Jangka sedang mulai bulan Maret sd Mei selama 3 bulan dengan agenda penyiapan sumberdaya, pembuatan kanal atau embung didaerah rawan kebakaran, pelatihan penanganan Karhutla, sosialisasi Karhutla kepada masyarakat melalui sambang, selebaran, pamflet, ceramah sholat Jumat dsb, pembentukan posko karhutla ditingkat kecamatan dengan rentang kendali dari posko kabupaten.
Jangka panjang selama bulan Juni sd Desember dengan agenda kanal bloking dan embung sudah terbuat, posko di kecamatan dan wilayah rawan sudah terbentuk, tim penanganan sudah on call; masyarakat sadar bahaya Karhutla; Kebakaran hutan dapat diminomalisir.
Sampai saat ini Karhutla di wilayah Kabupaten Tanjab Barat sebanyak 21 kali dan dapat dipadamkan dalam waktu singkat.
Menurut Kapolres, metode yang saat ini yang gencar dilaksanakan adalah patroli bersama dengan petugas terkait, memberikan himbauan agar tidak membakar lahan dan hutan karena diancam hukuman tepat sasaran, koordinasi pensnganan, pelatihan, pengeceken peralatan dan sisga on call bila ada temuan hot spot.
Adapun sistem kendali dengsn menggunakan sarana komunikasi HT, HP, aplikasi WA dan BBM.
Selanjutnya kata pembuka dari Ketua Tim KBP. Marpin Effendi menyampaikan bahwa apa yang telah dipaparkan oleh Kapolres merupakan langkah penanganan yang sudah cukup bagus, tinggal kita pendalaman kepada audiense tentang tindakan dilapangan berikut kendalanya.
Selanjutnya, tim menggali kepada audiensu yang diawali eksternal dari dinas kehutanan, Damkar, LSM , Dishub dsb. Selanjutnya dari internal Polri.
Menurut Kadishut, keunikan penanganan tim Karhutla Tanjab Barat ini adalah dari tingkat sinergitas yang bagus, iklas, saling membantu dan dari semua kalangan tanpa melihat kedudukan.
Kapolsek Pengabuhan Iptu. Anton menambahkan bahwa pendekatan kepada masyarakat sangat penting, sentuhan kepada mereka akan menyadarkannya.
"Saya minta bahan pendukungnya, sebagai bahan laporan kami," pinta Dr. Ekawati.
(my/inddtt)
Pelaksanaan kegiatan mulai 16.00 Wib s/d 19.00 Wib bertempat di Aula Mapolres dengan metode Focus Group Discussion (FGD)
Hadir dalam kegiatan dimaksud Kapolres Tanjab Barat AKBP Agus Sumartono SIK SH MH, Wakapolres Kompol. Ilyan Chandra SIP, para Kabag, Kapolsek, Kanit Reskrim, Penyidik, Bhabinkamtibmas,
dan Instansi lain yang terkait dengan penanganana Karhutla meliputi Kadis Kehutanan Pemkab Drs. H. Erwin, Dinas Kebakaran, Dinas Kesehatan , Bapeda, Dishub, Kejaksaan , Pengadilan, LSM anti Karhutla dan Bhabinsa Kodim 0149 Tanjab Barat.
Sebagai Kata pembuka Kapolres Tanjab Barat menyambut selamat datang serta perkenslan diri. Kemudian Kapolres memaparkan Strategi Penanganan Karhutla Polres Tanjab Barat Tahun 2016 dihadapan audiense sebagai gambaran awal situasi.
Wilayah hutan kabupaten Tanjab Barat seluas 241 ribu Ha yang hampir 30 persen adalah lahan gambut, rentan terjadinya Karhutla.
Kapolres menjelaskan adanya keterbatasan personel Polres yang hanya 39 persen dari DSPP riil nya perlu optimalisasi dengan melibatkan instansi lain dalam sinergitas penanggulangan Karhutla.
Adapun langkah awal yang dilakukan Kapolres diawal tahun 2016 adalah melakukan analisa dan evaluasi Karhutla selama tahun 2005 sebanyak 85 kali dengan melakukan langkah strategi. Evaluasi dilakukan baik secara internal maupun eksternal dengan kajian Analisa SWOT.
Dari Kajian itu, dimunculkan strategi pencegahan Karhutla dengan rentang waktu selama 1 tahun yang meliputi jangka pendek, jangka sedang dan jangka panjang.
Jangka pendek mulai bulan Januari sd Pebruari dilakukan rapat koordinasi dengan instansi lain yang terkait masalah penanaganan Karhutla dengan menyertakan perusahaan; melakukan pemetaan ulang baik via darat maupun udara daerah yang menjadi langganan kebakaran hutan; mendatakan sumberdaya yang meliputi personel, anggaran, sarpras dan metode penanganan; dan membentuk tim pre-emtif, preventive dan represif penanganan Karhutla.
Jangka sedang mulai bulan Maret sd Mei selama 3 bulan dengan agenda penyiapan sumberdaya, pembuatan kanal atau embung didaerah rawan kebakaran, pelatihan penanganan Karhutla, sosialisasi Karhutla kepada masyarakat melalui sambang, selebaran, pamflet, ceramah sholat Jumat dsb, pembentukan posko karhutla ditingkat kecamatan dengan rentang kendali dari posko kabupaten.
Jangka panjang selama bulan Juni sd Desember dengan agenda kanal bloking dan embung sudah terbuat, posko di kecamatan dan wilayah rawan sudah terbentuk, tim penanganan sudah on call; masyarakat sadar bahaya Karhutla; Kebakaran hutan dapat diminomalisir.
Sampai saat ini Karhutla di wilayah Kabupaten Tanjab Barat sebanyak 21 kali dan dapat dipadamkan dalam waktu singkat.
Menurut Kapolres, metode yang saat ini yang gencar dilaksanakan adalah patroli bersama dengan petugas terkait, memberikan himbauan agar tidak membakar lahan dan hutan karena diancam hukuman tepat sasaran, koordinasi pensnganan, pelatihan, pengeceken peralatan dan sisga on call bila ada temuan hot spot.
Adapun sistem kendali dengsn menggunakan sarana komunikasi HT, HP, aplikasi WA dan BBM.
Selanjutnya kata pembuka dari Ketua Tim KBP. Marpin Effendi menyampaikan bahwa apa yang telah dipaparkan oleh Kapolres merupakan langkah penanganan yang sudah cukup bagus, tinggal kita pendalaman kepada audiense tentang tindakan dilapangan berikut kendalanya.
Selanjutnya, tim menggali kepada audiensu yang diawali eksternal dari dinas kehutanan, Damkar, LSM , Dishub dsb. Selanjutnya dari internal Polri.
Menurut Kadishut, keunikan penanganan tim Karhutla Tanjab Barat ini adalah dari tingkat sinergitas yang bagus, iklas, saling membantu dan dari semua kalangan tanpa melihat kedudukan.
Kapolsek Pengabuhan Iptu. Anton menambahkan bahwa pendekatan kepada masyarakat sangat penting, sentuhan kepada mereka akan menyadarkannya.
"Saya minta bahan pendukungnya, sebagai bahan laporan kami," pinta Dr. Ekawati.
(my/inddtt)




