
tribratanewsjambi.com - Muara Tebo (25/09) Seni Budaya di Kabupaten Tebo sangatlah banyak, baik seni budaya kuda lumping, reok ponorogo, lengger dan wayang kulit. Kecamatan Rimbo Bujang khususnya di Desa Tirta Kencana pada tahun 1980 awal Transmigrasi berdirilah suatu kelompok/oranisasi paguyuban yang bergerak di bidang seni budaya Jawa dan diberi nama Mudo Laras Group Karno Unit VI beralamat dijalan Kruing Desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Bujang. Berdiri sejak tahun 1980 digagas oleh Ebah Karno (78) th, dengan harapan organisasi/paguyuban ini dapat menjembatani dan bertujuan agar para generasi penerus bisa mengenali budaya jawa wayang kulit di Rimbo Bujang, menjadi pemerhati budaya dan menjadi penerus pelestarian budaya Jawa. Organisai Mudo Laras Grup Karno Unit VI ini melayani campur sari, wayang kulit, elektun yang dibina oleh Bpk Suki Asmoro (55) th yang sekaligus merangkap sebagai Dalang Wayangkulit. Kapolsek Rimbo Bujang AKP Andi Zulkifli S.IK melalaui Bhabinkamtibmasnya Brigpol Roy Situmorang pada saat menjumpai Dalang Suki Asmoro ditempat acara pernikahan dijalan Tulang Bawang Desa Rimbo Mulyo Kecamatan Rimbo Bujang mengatakan seni budaya wayang kulit ini berdiri sejak tahun 1990 yang digagas oleh Embah Karno yang dengan harapan organisasi/paguyuban ini dapat menjembatani dan bertujuan agar para generasi penerus bisa mengenali budaya Jawa wayang kulit di Rimbo Bujang dan dimungkinkan bagi para pelajar baik dari tingkat SD,SMP,SMA sederajat ataupun para anak-anak bangsa yang ingin belajar dan menggali potensi seni kita siap memfasilitasi dan silahkan datang ketempat kita Paguyuban Mudo Laras Grup Karno Unit VI jalan Kruing Desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Kabupaten Tebo beber Dalang Suki Asmoro.
Sebelum naik keatas panggung Dalang Suki Asmoro menceritakan alur cerita yang akan disampaikan ketika tampil " berjudul Kuntol Winanten (nama salah satu wanita anak raja Prabu Desa Jumanten) yang membuat sayembara untuk mendapatkan suami yang suci, siapa yang masih suci Putri siap untuk dipersunting. Selama sayembara banyak Raja-raja dan Pendeta yang ikut sayembara nanum tidak ada yg cokok karena sudah tidak suci, namun diakhir sayembara ada seorang pangeran yang datang dan ikut dalam sayembara tersebut, pangeran tersebut bernama Prabu Putra Dewa dia adalah Raja Putra Dewa dan karena memang suci maka Ratu tersebut memilih Prabu Puta Dewa menjadi suaminya dan pada akhirnya mereka mengarungi bahtra rumah tangga dengan penuh suka cita " ujar Dalang Suki Asmoro.
Pesan moral diakhir cerita dalang tersebut hendaknya para pemuda/di dapat menjaga diri dan terhindar dari pergaulan bebas yang tidak sehat, bebas dari narkoba, tidak terkait tindak pidana kejahatan dan sadar hukum tandas dalang Suki Asmoro.
Kegiatan wayang kulit dalam memeriahkan acara pernikahan tersebut dimulai dari pukul 21.00 s/d 04.00 wib dan selama kegiatan berlangsung Brigpol Roy Situmorang melaksanakan pengamanan.(Ds)
(indra gunawan - Humas Polda Jambi)